Senin, 23 Juli 2012

FILSAFAT : MATERIALISME


MATERIALISME

A.   Definisi Materialisme
Kata materialisme terdiri dari kata materi dan isme. Materi dapat dipahami sebagai bahan, benda, segala sesuatu yang tampak. Materialisme adalah pandangan hidup yang mencari dasar segala sesuatu yang termasuk kehidupan manusia di dalam alam kebendaan semata-mata, dengan mengesampingkan segala sesuatu yang mengatasi alam. Sementara itu, orang-orang yang hidupnya berorientasi kepada materi disebut sebagai materialis. Orang-orang ini adalah para pengusung paham (ajaran) materialisme atau juga orang yang mementingkan kebendaan semata (harta, uang, dan sebagainya).
B.   Pengertian Materialisme
Materialisme adalah paham dalam filsafat yang menyatakan bahwa hal yang dapat dikatakan benar-benar ada adalah materi. Pada dasarnya semua hal terdiri atas materi dan semua fenomena adalah hasil interaksi material. Materi adalah satu-satunya substansi. Sebagai teori, materialisme termasuk paham ontologi monistik. Akan tetapi, materialisme berbeda dengan teori ontologis yang didasarkan pada dualisme atau pluralisme. Dalam memberikan penjelasan tunggal tentang realitas, materialisme berseberangan dengan idealisme. Materialisme tidak mengakui adanya entitas–entitas nonmaterial seperti tuhan, malaikat, setan, roh, dan sebagainya.Hanya realitas satu-satunya adalah materi dan segala sesuatu merupakan manifestasi dari aktivitas materi. Materi dan aktivitasnya bersifat abadi.
Pada awalnya, materialisme tidak mendapat banyak perhatian karena dianggap aneh dan mustahil. Baru pada abad pertengahan abad 19, materialisme tumbuh subur sekali di Barat. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan tersebut antara lain:
  1. Orang dengan paham materialisme mempunyai harapan-harapan yang besar atas ilmu pengetahuan.
  2. Paham materialisme berpegang pada kenyataan-kenyataan yang mudah dimengerti, bukan pada dalil-dalil abstrak.
  3. Teori-teorinya jelas berdasarkan teori-teori pengetahuan yang sudah umum.
Namun, paham materialisme banyak ditentang oleh para tokoh agama karena terang-terangan tidak mengakui Tuhan.Seorang anti-materialisme bernama Friedrich Paulsen berkata “Kalau materialisme itu benar, maka segala sesuatu di dunia ini akan dapat diterangkan, termasuk bagaimana atom membentuk teori materialisme itu sendiri yaitu dapat berfikir dan berfilfasaf”.tenyata hal itu sama sekali tak dapat diterangkan oleh kaum materialisme.
Filsafat materialisme inilah yang mempengaruhi filosof alam dalam menyelidiki asal-usul kejadian alam ini. Di antara filosof-filosof alam tersebut adalah:
  • Thales (625-545 SM) berpendapat bahwa unsur asal adalah air.
  • Anaximandros (610-545 SM) berpendapat bahwa unsur asal adalah apeiron, yaitu unsur yang tak terbatas.
  • Anaximenes (585-528 SM) berpendapat bahwa unsur asal adalah udara.
  • Heraklitos (540-475 SM) berpendapat bahwa unsur asal adalah api.
  • Demokritus (460-360 SM) berpendapat bahwa hakikat alam adalah atom-atom yang amat banyak dan halus. Atom-atom itulah yang menjadi asal kejadian alam semesta.
Kaum materialisme menyangkal adanya jiwa atau roh, mereka menganggapnya hanya sebagai pancaran materi. Thomas Hobbes (1588-1679), seorang ahli pikir Inggris beralasan bahwa seperti perjalanan yang tidak lepas dari orang yang berjalan, demikian juga gagasan, sebagai sesuatu yang bersifat rohani juga tidak lepas dari organisme yang berpikir, yang mempunyai gagasan. Materialisme pada abad 18 dan 19 seringkali sangat bersifat mekanistis, seperti pernah diutarakan oleh Holbach (1723-1789) bahwa segi manusia yang tidak kelihatan disebut jiwa, sedangkan segi alam yang tidak kelihatan disebut Tuhan.
C.   Aliran-aliran dalam Materialisme
  1. Materialisme Mekanik
Materialisme mekanik adalah aliran filsafat yang pandangannya materialis sedangkan metodenya mekanis.Aliran ini mengajarkan bahwa materi itu selalu dalam keadaan gerak dan berubah, geraknya itu adalah gerakan yang mekanis artinya, gerak yang tetap selamanya atau gerak yang berulang-ulang (endless loop) seperti mesin yang tanpa perkembangan atau peningkatan secara kualitatif.
Materialisme mekanik tersistematis ketika ilmu tentang meknika mulai berkembang dengan pesat, tokoh-tokoh yang terkenal sebagai pengusung materialisme pada waktu itu ialah Demokritus (± 460-370 SM), Heraklitus (± 500 SM) kedua pemikir Yunanai ini berpendapat bahwa aktivitas psikik hanya merupakan gerakan atom-atom yang sangat lembut dan mudah bergerak. Mulai abad ke-4 sebelum masehi pandangan materialisme primitif ini mulai menurun pengaruhnya digantikan dengan pandangan idealisme yang diusung oleh Plato dan Aristoteles.
Sejak itu, ± 1700 tahun lamanya dunia filsafat dikuasai oleh filsafat idealisme. Baru pada akhir jaman feodal, sekitar abad ke-17 ketika kaum borjuis sebagai klas baru dengan cara produksinya yang baru, materialisme mekanik muncul dalam bentuk yang lebih modern karena ilmu pengetahuan telah maju sedemikian pesatnya. Pada waktu itu ilmu materialisme ini menjadi senjata moril/idiologis bagi perjuangan klas borjuis melawan klas feodal yang masih berkuasa ketika itu.Perkembangan materialisme ini meluas dengan adanya revolusi industri, di negeri-negeri Eropa.Wakil-wakil dari filsafat materialis pada abad ke-17 adalah Thomas Hobbes(1588-1679 M), Benedictus Spinoza (1632-1677 M) dan sebagainya.Aliran filsafat materialisme mekanik mencapai titik puncaknya ketika terjadi Revolusi Perancis pada abad ke-18 yang diwakili oleh Paul de Holbach (1723-1789 M), Lamettrie (1709-1751 M) yang disebut juga materialisme Perancis.
Materialisme Perancis dengan tegas mengatakan materi adalah primer dan ide adalah sekunder, Holbach mengatakan: “materi adalah sesuatu yang selalu dengan cara-cara tertentu menyentuh panca indera kita, sedang sifat-sifat yang kita kenal dari bermacam hal-ichwal itu adalah hasil dari bermacam impresi atau berbagai macam perubahan yang terjadi di alam pikiran kita terhadap hal-ichwal itu”. Materialisme Perancis menyangkal pandangan religus tentang penciptann dunia (Demiurge), yang sebelum itu menguasai alam pikiran manusia.
Materialisme Perancis adalah pandangan yang menganggap segala macam gerak atau gejala-gejala yang terjadi dialam itu dikuasai oleh gerakan mekanika, yaitu pergeseran tempat dan perubahan jumlah saja.Bahkan manusia dan segala aktivitetnya pun dipandang seperti mesin yang bergerak secara mekanik, ini tampak jelas sekali dalam karya Lamettrie yang berjudul “Manusia adalah mesin”.Mereka tidak melihat adanya peranan aktif dari ide atau pikiran terhadap materi.Pandangan ini adalah ciri dan sekaligus kelemahan materialisme Perancis.
  1. Materialisme metafisik
Materialisme metafisik mengajarkan bahwa materi itu selalu dalam keadaan diam, tetap atau statis selamanya seandainya materi itu berubah maka perubahan tersebut terjadi karena faktor luar atau kekuatan dari luar.Gerak materi itu disebut gerak ekstern atau gerak luar.selanjutnya materi itu dalam keadaan terpisah-pisah atau tidak mempunyai hubungan antara satu dengan yang lainnya.
Materialisme metafisik diwakili oleh Ludwig Feurbach, pandangan materialisme ini mengakui bahwa adanya “ide absolut” pra-dunia dari Hegel , adanya terlebih dahulu “kategori-kategori logis” sebelum dunia ada, adalah tidak lain sisa-sisa khayalan dari kepercayaan tentang adanya pencipta diluar dunia; bahwa dunia materiil yang dapat dirasakan oleh panca indera kita adalah satu-satunya realitet.
Tetapi materialisme metafisik melihat segala sesuatu tidak secara keseluruhannya, tidak dari saling hubungannya, atau segala sesuatu itu berdiri sendiri.Dan segala sesuatu yang real itu tidak bergerak, diam. Pandangan ini mengidamkan seorang manusia suci atau seorang resi suci yang penuh cinta kasih.Feurbach berusaha memindahkan agama lama yang menekankan hubungan manusia dengan Tuhan menjadi sebuah agama baru yaitu hubungan cinta kelamin antara manusia dengan manusia. Seperti kata Feurbach: “Tuhan adalah bayangan manusia dalam cermin”, Feurbach menentang teologi, dalam filsafatnya atau “agama baru”-nya Feurbach mengganti kedudukan Tuhan dengan manusia, pendeknya manusia itu Tuhan. Feurbach tidak melihat peran aktif dari ide dalam perkembangan materi, yang materi bagi Feurbach adalah misalnya, manusia (baca: materi, pen) sedangkan dunia dimana manusia itu tinggal tidak ada baginya, atau menganggap sepi ativitet yang dilakukan manusia/materi tersebut.
Materialisme metafisik menganggap kontradiksi sebagai hal yang irasionil bukan sebagai hal yang nyata, disinilah letak dari idealisme Feurbach.Pandangannya bertolak daripada materialisme tetapi metode penyelidikan yang dipakai ialah metafisis.Metode metafisis inilah yang menjadi kelemahan terbesar bagi materialisme Feurbach.
  1. Materialisme dialektis
Materialisme dialektis adalah aliran filsafat yang bersandar pada matter (benda) dan metodenya dialektis.Aliran ini mengajarkan bahwa materi itu mempunyai keterhubungan satu dengan lainnya, saling mempengaruhi, dan saling bergantung satu dengan lainnya.Gerak materi itu adalah gerakan yang dialektis yaitu pergerakan atau perubahan menuju bentuk yang lebih tinggi atau lebih maju seperti spiral.Tokoh-tokoh pencetus filsafat ini adalah Karl Marx (1818-1883 M), Friedrich Engels (1820-1895 M).
Gerakan materi itu adalah gerak intern, yaitu bergerak atau berubah karena dorongan dari faktor dalamnya (motive force-nya). Yang disebut “diam” itu hanya tampaknya atau bentuknya, sebab hakikat dari gejala yang tampaknya atau bentuknya “diam” itu isinya tetap gerak, jadi “diam” itu juga suatu bentuk gerak.
Metode yang dipakai adalah dialektika Hegel, Marx mengakui bahwa orang Yunani-lah yang pertama kali menemukan metode dialektika, tetapi Hegel-lah yang mensistematiskan metode tersebut.Tetapi oleh Marx dijungkir balikkan dengan bersandarkan materialisme.Marx dan temannya Engels mengambil materialisme Feurbach dan membuang metodenya yang metafisis sebagai dasar dari filsafatnya.Dan memakai dialektika sebagai metode dan membuang pandangan idealis Hegel.
Dialektika Hegel menentang dan menggulingkan metode metafisis yang selama beabad-abad menguasai lapangan filsafat.Hegel mengatakan “yang penting dalam filsafat adalah metode bukan kesimpulan-kesimpulan mengenai ini dan itu”. Ia menunjukkan kelemahan-kelemahan metafisika :
  • Kaum metafisis memandang sesuatu bukan dari keseluruhannya, tidak dari saling hubungannya, tetapi dipandangnya sebagai sesuatu yang berdiri sendiri, sedangkan Hegel memandang dunia sebagai badan kesatuan, segala sesuatu didalamnya terdapat saling hubungan organic.
  • Kaum metafisis melihat segala sesuatu tidak dari geraknya, melainkan sebagai yang diam, mati dan tidak berubah-ubah, sedang Hegel melihat segala sesuatu dari perkembangannya, dan perkembangannya itu disebabkan kontradiksi internal, kaum metafisik berpendapat bahwa: “segala yang bertentangan adalah irasionil”. Mereka tidak tahu bahwa akal (reason) itu sendiri adalah pertentangan.
  • Sumbangan Hegel yang terpenting adalah kritiknya tentang evolusi vulgar, yang pada ketika itu sangat merajalela, dengan mengemukakan teorinya tentang “lompatan” (sprong) dalam proses perkembangan. Sebelum Hegel sudah banyak filsuf yang mengakui bahwa dunia ini berkembang, dan meninjau sesuatu dari proses perkembangannya, tetapi perkembangannya hanya terbatas pada perubahan yang berangsur-angsur (perubahan evolusioner) saja. Sedang Hegel berpendapat dalam proses perlembangan itu pertentangan intern makin mendalam dan meruncing dan pada suati tingkat tertentu perubahan berangsur-angsur terhenti dan terjadilah “lompatan”. Setelah “lompatan” itu terjadi, maka kwalitas sesuatu itu mengalami perubahan.

  1. Materialisme historis
Materialisme histori adalah penerapan pandangan materalis dan metode dialektis dari filsafat materialisme dialektik pada gejala sosial atau didalam masyarakat.Materialisme histori adalah materialisme dialektiknya sejarah, atau materialisme dialektik yang berlaku didalam keadaan sosial atau didalam masyarakat.Dalam materialisme historis manusia hanya dapat dipahami jika dia ditempatkan dalam konteks sejarah.Manusia pada hakekatnya adalah insan yang bersejarah.Setiap peristiwa – peristiwa bersejarah selalu berkaitan dengan manusia. Jadi manusia sebagai pemangku sejarah tidaklain adalah keseluruhan relasi–relasi masyarakat.
Salah satu tokoh yang mendukung aliran ini adalah Karl Marx.Dimana pandangan Karl Marx terhadap materialism historis yang merupakan dasar klaim Karl Marx bahwa sosialismenya adalah ilmiah. Marx merasa telah menghilangkan kebebasan kehendak manusia sebagai faktor-faktor penentu sejarah, karena ia menghilangkan kebebasan kehendak manusia sebagai factor perubahan masyarakat yang relevan.
Materialisme Historis Marx mengajarkan tentang: keadaan sosial menentukan kesadaran sosial, hukum umum perkembangan masyarakat, basis dan bangunan atas.Di sekitar abad ke delapan belas dan awal abad ke Sembilan belas, Marx menempatkan dirinya dalam romantisme di Eropa.Romantisme adalah gerakan yang mencitakan penolakan terhadap liberalism yang berlangsung di Eropa.Teori – teori ini dipopulerkan oleh tokoh semacam Jan Jaques Rosseau.
Tapi dalam hal ini Marx tidak serta merta menerima gagasan romantisme yang sedang beredar.Marx menciptakan pembanding–pembanding yang disebut promethean-faustian. Promethean dalam hal ini adalah orang–orang yang ditindas tetapi akan menguasai masa depan. Sedangkan faustian adalah simbol orang–orang yang tidak pernah berhenti mencari kebenaran.Perlambangan ini diambil karena, dalam mencapai kebahagiaan, manusia diharuskan menderita dulu. Dengan sendirinya kemajuan yang dicapai mengandaikan kerugian yang akan diderita kelompok lain. Ide ini digambarkan dalam formulasi kaum borjuis yang dihadapkan dengan kaum proletar.Pada titik inilah Karl Marx mencuatkan sejarah ekonomi yang determinalistis.
Berbeda dengan para ahli sejarah sebelumnya, marx dengan materialisme historisnya bertumpu pada dalil bahwa produksi dan distribusi barang–barang serta jasa merupakan dasar untuk membantu manusia mengembangkan eksistensinya. Dengan lain kata, penafsiar sejarah dari aspek ekonomi ini menempatkan pertukaran barang dan jasa ini sebagai syarat untuk menata segenap lembaga sosial yang ada.
Bertolak dari interpreatis ekonomi terhadap sejarah inilah, maka Marx menurunkan tesis sejarah perkembangan masyarakat, yaitu sejarah kemanusiaan yang berubah dari satu formasi social ekonomi ke formasi yang lebih baru yang lebih revolusioner. Tahap perkembangan sejarah yang dimaksud adalah :
  • Masyarakat komunal primitif yaitu tahap masyarakat yang memakai alat–alat sederhana untuk hidup. Alat itu bukan milik individu namun milik komunal. Tingkat ekonomi masih primitif
  • Masyarakat perbudakan, yaitu tahap masyarakat tercipta berkat adanya hubungan produksi antara orang yang punya alat-alat produksi dengan orang–orang yang hanya punya tenaga kerja. Pada tahapan ini Karl Marx menegaskan bahwa pada tingkat ini nafkah budak dibawah tingkat murah sedangkan orang–orang yang punya alat produksi tidak mau memperbaiki alat–alat produksinya. Namun pada saat itu budak-budak ini mulai menyadari akan adanya ketidakpuasan atas kedudukannya di sistem ekonomi tersebut. Ketidakpuasan ini menjadi titik mula dari perselisihan antar kelas.
  • Tingkan masyarakat feodal, tingkatan ini mulai setelah runtuhnya masyarakat perbudakan. Masyarakat baru ini ditandai dengan pertentangan yang muncul di dalamnya. Pemilikan alat produksi terpusat pada kaum bangsawan, khususnya pemilik tanah. Para buruh tani yang berasal dari kelas budak yang dimerdekakan. Mereka menggarap tanah milik kaum feodal. Hubungan produksi macam ini mendorong adanya perbaikan produksi dan cara produksi di sektor pertanian agar mendapat penghasilan yang layak. Dari sistem ini melahirkan dua kelas di dalam masyarakat yaitu kelas feodal tuan tanah yang menguasai perhubungan sosial dan kelas petani yang bertugas melayani tuan tanah dimaksud.
  • Masyarakat kapitalis, hubungan produksi dalam sistem ini didasarkan pada pemilikan individu masing–masing orang terhadap alat-alat produksi. Kelas kapitalis memperkejakan kaum buruh yang terpaksa menjual tenaganya karena tidak memiliki pabrik dan alat produksi. Maka dalam sistem kapitalis terlihat adanya fenomena baru yaitu hubungan produksi yang memungkinkan terus-menerus meningkatkan alat produksi, caranya adalah memperbaharui pabrik-pabrik dan alat–alatnya. Pada analisis selanjutnya, ditemukan dua kelas dalam masyarakat yang kepentingannya saling bertentangan, kelas proletar dan kelas borjuis yang mewakili kaum kapitalis pemilik alat produksi. Perbedaan kepentingan ini makin lama makin memuncak yang artinya muncul apa yang disebut pertentangan kelas. Ciri utama masyarakat ini adalah pemilikan yang sifatnya social terhadap alat-alat produksi.
  • Masyarakat sosialis, yang dipahami sebagai formulasi terakir dari lima tahap perkembangan sejarah Marx adalah masyarakat dengan sistem pemilikan produksi yang disandarkan atas hak milik sosial. Hubungan produksi merupakan jalinan kerjasama dan saling membantu dari kaum buruh yang berhasil melepaskan diri dari eksploitasi. Perbedaan tahapan ini dengan tahap-tahap sebelumnya adalah dalam masyarakat sosialis alat–alat produksi merupakan hasil olahan dari kebudayaan manusia yang lebih tinggi. Sistem sosialis dirancang untuk memberi kebebasan bagi manusia mencapai harkatnya tanpa penindasan. Dengan kata lain, sebuah sistem yang menginginkan hapusnya kelas-kelas dalam masyarakat.
Marx melihat bahwa dari lima tahap perkembangan sejarah yang dihampiri lewat analisis ekonomi itu, ditemukan adanya dua faktor kunci yang mendasari segala proses di dalamnya. Pertama kekuatan-kekuatan produksi dan yang kedua adalah hubungan-hubungan produksi.
Kontradiksi yang ada dalam masyarakat borjuis diandaikan sebagai wujud sejarah yang pasti sejadi.Marx mendeskripsikan wujud ini lewat pertentangan kelas menuju terciptanya masyarakat yang di dalamnya tidak ada kontradiksi.Inilah tafsiran perkembangan masyarakat yang dihampiri secar ekonomis.
D.   Materialisme Pada Masa Modern dan Hubungannya dengan Ilmu Pengetahuan
Abad ke-21, saat di mana kita hidup sekarang, merupakan masa di mana Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) mengalami perkembangan yang sangat pesat. Yang paling jelas adalah perkembangan alat komunikasi. Yang mulanya dulu hanya ada surat dan telepon kabel, kini telah berkembang menjadi handphone, laptop, tablet PC, i-pad dan lain sebagainya. Hal ini tentunya membawa dampak yang besar bagi kehidupan manusia. Begitu banyak pekerjaan yang dapat diselesaikan dengan lebih mudah dan cepat dari pada sebelumnya. Dalam hal ini tujuan perkembangan teknologi, yaitu membuat kehidupan manusia dapat berjalan dengan lebih mudah bisa dikatakan telah tercapai. namun, dengan sejalan dengan hukum alam, setiap hal apa lagi suatu perubahan pasti akan membawa efek samping tertentu bagi setiap pihak yang terlibat dalam siklus tersebut. Banyak hal yang berubah terkait dengan perkembangan IPTEK ini, terutama pola hidup masyarakat. selain itu juga meningkatkan materialisme, dengan kita mempunyai cukup materi dapat tercukupi semua IPTEK , dan kita tidak ketinggalan  jaman.
Begitu banyak hal lain yang ikut terpengaruh akan perkembangan alat-alat ini. Perubahan pola komunikasi ini kemudian akan mengubah standar ekonomi masyarakat. Masyarakat, terutama orang tua, dituntut untuk memiliki penghasilan lebih demi mengikuti perkembangan ini. Kenyataan bahwa perbedaan antara barang mewah dan barang biasa menjadi semakin kabur, membuat tuntutan ini terkadang terasa semakin berat. Standar dari kemewahan terus berubah dan semakin menuntut perkembangan ekonomi masyarakat di tengah semakin sulitnya persaingan ekonomi di antara masyaraka. Bagi yang tidak mampu mengimbangi akan semakin tersisih dan lama kelamaan akan tersingkir bila ia tetap tidak bisa beradaptasi. Hal ini tentunya akan semakin sulit bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan atau koneksi yang dapat membantu untuk meningkatkan taraf hidup mereka.
Materialisme orang modern ialah suatu etos yang memandang kebahagiaan manusia dan harga dirinya ada dalam penampilan-penampilan fisik dan lahiriah, berdasarkankekayaan material, meskipun orang itu sepenuhnya percaya kepada yanggaib atau “immaterial”.
Pada masa modern materialism mencangkup daerah yang luas. Dengan adanya penjelajahan–penjelajahan yang dilakukan oleh orang–orang eropa modern untuk mencari sumber produksi baru di tanah seberang. Selain itu perbedaan kelas yang terjadi pada masa modern jauh lebih kompleks timbang pada masa sebelumnya. Dan pada masa modern alat dan bahan produksi lebih sedikit timbang jumlah tenaga kerja. Sehingga banyak tenaga kerja yang tidak dipekerjakan alias nganggur. Didukung pula dengan kemajuan teknologi, fungsi tugas dari buruh pun banyak yang tergantikan oleh mesin yang lebih canggih dan lebih cepat dalam hal produksi. Jadi kesimpulannya kemajuan ilmu pengetahuan yang ada semakin membuat para buruh sengsara karena lahan kerja mereka digantikan oleh mesin sedangkan bagi para pemilik modal mereka semakin meraup untung karena hanya dengan membeli mesin yang lebih murah daripada upah buruh selama kerja mereka mampu melakukan produksi dalam jumlah yang cukup besar. Jadi dalam materialism modern ini materi yang ada kualitasnya bagus namun kuantitasnya sedikit. Dalam hal ini adalah lapangan kerja.

2 komentar: